lawe luk tih mili kuh




Seringkali saya bertanya kepada Tuhan. "Tuhan, apa yang saya harus buat? saya sering membuat yang terbaik untuk orang lain, keluarga, kawan-kawan dan semua orang yang di sekeliling saya. Malah berkerja keras memberi yang terbaik. Tapi, Tuhan kenapa harus saya mendapat tanggapan yang sangat teruk dari orang lain.Tuhan, saya betul-betul terluka. Saya semakin penat Tuhan. Gosip-gosip dan bermacam-macam perkataan yang orang yang suka mengatakan tentang saya. Saya seperti semakin penat Tuhan." 

Elohim menjawab."Iis, terus lah bersukacita dan membuat yang terbaik, Aku Elohim, YAHWEHmu yang sentiasa mengiringin kamu". Dia membawa saya ke ayat di alkitab - YAHWEH akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. - Yesaya 58 : 11-

Lalu saya bertanya lagi." Elohim, seperti saya sukar sekali untuk mengampuni mereka. Luka itu sepertinya sangat parah". Elohim menjawab lagi "Belajar la mengampuni anakku. Tanpa mengampuni, kamu tidak boleh masuk kehadiratKu. Sukar untuk mu memasuki ruangan ku yang kudus. Kamu harus terus mengampuni anakku."

Tiba-tiba saya melihat kain putih mengelilingku. Melaikat-melaikat Elohim sedang mengelilingku. Kelihatan banyak batu-batu yang di lepas kearahku tetapi di halang oleh kain putih dan melaikat Elohim yang sedang berkemah mengelilingiku. Elohim terus mengatakan batu-batu itu melambangkan kata-kata dan perkataan-perkataan yang tidak menyenangkan yang orang lain cuba lemparkan kepada ku. dan Elohim berjanji untuk terus menghalang batu-batu itu datang ke arah ku. Dan terus menjaga saya dah keluarga dari lemparan batu itu.
Terus saya berasa sangat tenang dan menangis. Elohim menghantarkan mata saya ke arah banner ‘penerobosan’ yang saya beli ketika menghadiri KKR di Semarang July , 7 2013 di semarang Indonesia. Dia menyuruh saya terus menari dan berdoa. Saya seperti terlepas dari sengsara yang sangat dahsyat dan berasa sangat ringan dah terus menari. Dan lepas itu Elohim menghantar mata saya ke aras ruangan tamu di rumah saya. “ Iis, ambil bunga itu dah tabis la dengan minyak urapan.” Lalu saya mentabis bunga itu. Elohim menyuruh lagi saya terus menari dan berdoa dengan bunga itu. Ya, ketengan yang sangat luar biasa Elohim turunkan.

Elohim berkata lagi. “ Menari lah dengan segenap tubuh dan rohmu dan berilah yang terbaik bagiku.Aku yakin pilihanmu tidak salah. Aku YAHWEH mu yang akan terus memimpin kamu. Itu lah janji ku anakku.”

- YAHWEH akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. - Yesaya 58 : 11-


No comments:

Post a Comment